SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIK
 MARIA AGUSTINA
(1625010195)
Pengertian Sistem Informasi Geografik
Sistem informasi geografi adalah suatu informasi yang bertugas mengelola data yang memiliki informasi spasial atau dalam artian system computer yang memiliki kemampuan membangun, menyimpan, mengelola, menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.
Menurut sumber Esri (1990) bahwa system infomasi geografik adalah kumpulan terorganisasi dari perangkat keras computer, perangkat lunak, data geografis dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, mengupdate, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografis.

Definisi Sistem Informasi Geografis
Definisi Sistem Informasi Geografis adalah suatu system untuk mendayagunakan dan menghasilgunakan pengolahan dan analisis data spasial serta data non-spasial dalam memperoleh berbagai informasi yang berkaitan dengan aspek keruangan, baik ilmiah, komersil pengelolaan  maupun kebijaksanaan.

Perkembangan Sistem Informasi Geografis
-       35000 tahun yang lalu di dinding gua Lascaux, Perancis, para pemburu Cro-Magnon menggambar hewan mangsa mereka, juga garis yang dipercaya sebagai rute migrasi hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada sistem informasi gegrafis modern sekarang ini, arsip grafis yang terhubung ke database atribut.
-       Pada tahun 1700-an teknik survey modern untuk pemetaan topografis diterapkan, termasuk juga versi awal pemetaan tematis, misalnya untuk keilmuan atau data sensus.
-       Awal abad ke-20 memperlihatkan pengembangan “litografi foto” dimana peta dipisahkan menjadi beberapa lapisan (layer). Perkembangan perangkat keras komputer yang dipacu oleh penelitian senjata nuklir membawa aplikasi pemetaan menjadi multifungsi pada awal tahun 1960-an.
-       Tahun 1967 merupakan awal pengembangan SIG yang bisa diterapkan di Ottawa, Ontario oleh Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya. Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS – SIG Kanada), digunakan untuk menyimpan, menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan untuk Inventarisasi Tanah Kanada (CLI – Canadian land Inventory) – sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakaan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000. Faktor pemeringkatan klasifikasi juga diterapkan untuk keperluan analisis.
-       GIS dengan gvSIG.CGIS merupakan sistem pertama di dunia dan hasil dari perbaikan aplikasi pemetaan yang memiliki kemampuan timpang susun (overlay), penghitungan, pendijitalan/pemindaian (digitizing/scanning), mendukung sistem koordinat national yang membentang di atas benua Amerika , memasukkan garis sebagai arc yang memiliki topologi dan menyimpan atribut dan informasi lokasional pada berkas terpisah. Pengembangya, seorang geografer bernama Roger Tomlinson kemudian disebut “Bapak SIG”.
-       CGIS bertahan sampai tahun 1970-an dan memakan waktu lama untuk penyempurnaan setelah pengembangan awal, dan tidak bisa bersaing denga aplikasi pemetaan komersil yang dikeluarkan beberapa vendor seperti Intergraph. Perkembangan perangkat keras mikro komputer memacu vendor lain seperti ESRI dan CARIS berhasil membuat banyak fitur SIG, menggabung pendekatan generasi pertama pada pemisahan informasi spasial dan atributnya, dengan pendekatan generasi kedua pada organisasi data atribut menjadi struktur database. Perkembangan industri pada tahun 1980-an dan 1990-an memacu lagi pertumbuhan SIG pada workstation UNIX dan komputer pribadi. Pada akhir abad ke-20, pertumbuhan yang cepat di berbagai sistem dikonsolidasikan dan distandarisasikan menjadi platform lebih sedikit, dan para pengguna mulai mengekspor menampilkan data SIG lewat internet, yang membutuhkan standar pada format data dan transfer.


Keuntungan Sistem Informasi Geografis
-       Mempunyai kemampuan untuk memilih dan mencari detail yang diinginkan
-       Menghasilkan peta-peta tematik yang dapat digunakan untuk menampilkan informasi tertentu dengan mudah
-       Melakukan perbaikan data dengan cepat
-       Menggabungkan suatu data dengan data yang lain dengan cepat
-       Mempunyai kemampuan menguraikan unsur-unsur yang terdapat di permukaan bumi


Contoh Masalah Sistem Informasi Geografis
-       Berdasarkan lokasi : ada apa di lokasi tertentu (ereng, gunung, dll), apa yang terjadi di lokasi tersebut (rawan banjir, curah hujan tinggi, dll)
-       Berdasarkan simulasi/modeling : berapa besar menurunnya erosi bila luas hutan di hulu sungai A meningkat sebesar 1.000 ha
-       Berdasarkan kondisi : dimana lokasi jalan yang paling macet, berapa besar potensi tambang yang ada di kabupaten X
-       Berdasarkan kecenderungan : seberapa besar tingkat degradasi Kawasan hutan lindung di DAS dan sebagainya
-       Berdasarkan simulasi : berapa besar menurunnya erosi bila luas hutan di hulu Sungai Z meningkat sebesar 3000 ha

Komponen Sistem Informasi Geografis
1.    SDM (Sumber Daya Manusia)
Komponen manusia ini menjadi peran penting karena tanpa manusia maka system tersebut tidak ada yang menjalankan.
2.    Software
Software merupakan sistem modul yang berfungsi untuk mengoperasikan sistem informasi geografis. Sebuah software SIG harus menyediakan fungsi dan tool yang mampu melakukan penyimpanan data analisis dan menampilkan informasi geografis. Dengan demikian elemen yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah tools untuk melakukan input dan transformasi data geografis, sistem manajemen basis data, tools yang mendukung query geografis, analisis dan visualisasi.
3.    Hardware
Sistem  informasi  geografis  memerlukan  spesifikasi  komponen  hardware yang sedikit lebih tinggi dibanding spesifikasi komponen sistem informasi lainnya. Hal ini disebabkan karena data-data yang digunakan dalam SIG, penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam proses analisanya membutuhkan memory yang besar dan processor yang cepat. Beberapa hardware yang sering digunakan dalam sistem informasi geografis adalah personal komputer, mouse, digitizer, printer, plotter dan scanner.

4.    Aplikasi sistem informasi geografis dalam proces perencanaan
Sistem informasi geografis sudah diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti pertanian, lingkungan manajemen sumber daya alam, parawisata, geologi, perencanaan, dan lain sebagainya. keunggulan sistem informasi geografis sehingga digunakan pada bidang-bidang tersebut adalah karena kemampuannya mengintegrasikan antara data spasial dan data atribut sehingga dalam analisisnya mampu menghasilkan informasi yang kompleks.

5.    Data
Hal yang merupakan komponen penting dalam sistem informasi geografis adalah data. Secara fundamental sistem informasi geografis bekerja dengan dua tipe data yaitu data vektor dan data raster. Setiap data yang merujuk lokasi di permukaan bumi dapat disebut sebagai data spasial bereferensi geografis. Misalnya data kepadatan penduduk suatu daerah, data jaringan jalan suatu kota, data distribusi lokasi pengambilan sampel, dan sebagainya. Data SIG dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu data grafis dan data atribut atau tabular. Data grafis adalah data yang menggambarkan bentuk atau kenampakan objek di permukaan bumi, sedangkan data tabular adalah data deskriptif yang menyatakan nilai dari data grafis tersebut (Pahlevy. 2010.)


Aplikasi Sistem Informasi Geografis
            System informasi geografis digunakan hampir disegala bidang kegiatan yang ada, contohnya yaitu di bidang pendidikan berguna dalam pemantauan maupun pengakses penerimaan siswa maupun mahasiswa baru, bahkan sekarang telah tersedia rapor dan ujian online. Dalam bidang ekonomi digunakan sebagai pemantauan naik turunnya saham perusahaan. Di bidang hukum digunakan sebagai akses penyelidikan terhadap sebuah kasus yang sedang didalami, contohnya siapa saja yang sedang terjaring dalam kasus criminal seperti narkotika bahkan jaringan criminal pembunuhan. Di bidang social dan politik sebagai akses pendaftaran calon-calon kepala daerah hingga presiden dan wakil presiden. Di bidang pertanian berfungsi sebagai alat mengelola data-data pertumbuhan suatu tanaman yang akan sedang diteliti, mengetahui bagaimana cara mencari tanah atau Kawasan yang masih subur dan masih banyak mengandung unsur hara dan sebagainya sebagai tempat budidaya tanaman baru yang telah dibuat dengan cara kultur jaringan.

Representasi Grafis Sistem Informasi Geografis
Informasi grafis suatu objek dapat dimasukan dalam bentuk titik, garis, polygon (Prahasta, Eddy. 2005.).
-       Titik adalah representasi grafis atau geometri yang paling sederhana bagi objek spasial. Representasi titik tidak memiliki dimensi tetapi dapat diidentifikasikan di atas peta dan dapat ditampilkan pada layer monitor dengan menggunakan simbol-simbol tertentu. Contoh representasi objek titik untuk data posisi sumur bor dapat dilihat pada gambar 1.1.

Gambar 1.1 Contoh representasi objek titik untuk data posisi sumur bor

-       Garis adalah bentuk geometri linier yang akan menghubungkan paling sedikit dua titik dan digunakan untuk merepresentasikan objek-objek satu dimensi. Contoh representasi objek garis untuk data lokasi  jalan  dapat dilihat pada gambar 1.2
Gambar 1.2 Contoh representasi objek garis untuk data lokasi jalan
-       Geometri polygon digunakan untuk merepresentasikan objek-objek dua dimensi, seperti danau, batas propinsi, batas kota, batas tanah, dan lain-lain. Suatu polygon paling sedikit dibatasi oleh tiga garis yang saling terhubung diantara ketiga titik. Di dalam basis data, semua bentuk area dua dimensi direpresentasikan oleh bentuk polygon. Contoh representasi objek polygon untuk data landuse dapat dilihat pada gambar 1.3

Gambar 1.3 Contoh representasi objek polygon untuk data landuse.
-       Objek Tiga Dimensi
Setiap fenomena fisik memiliki lokasi di dalam ruang. Akibatnya, model data yang lengkap harus mencakup dimensi yang ketiga (ruang 3 dimensi). Hal ini berlaku untuk permukaan tanah, menara, sumur, bangunan, batas- batas, dan lain lain. Contoh representasi objek permukaan 3D dapat dilihat pada gambar 1.4

Gambar 1.4 Contoh representasi objek permukaan 3D

Kesimpulan
            System informasi geografis adalah suatu informasi yang bertugas untuk mengelola, mengolah hingga memanipulasi suatu data yang ada di lapang sebagai bentuk keperluan perorangan bahkan Lembaga yang bersangkutan. Sistem informasi geografis memiliki berbagai fungsi dan pengaplikasian di berbagai bidang yang ada, contohnya di bidang Pendidikan, pertanian, hokum, hingga sosial dan politik. System informasi geografis dari mulai awal ditemukan hingga saat ini mengalami banyak sekali perubahan yang signifikan. Keuntungan menggunakan sstem informasi geografis yaitu melakukan perbaikan data dengan cepat, memiliki kemapuan mecari data detail dengan cepat, menggabungkan suatu data dengan cepat dan mudah, dan keuntungan yang lain masih banyak yang dapat dirasakan oleh orang banyak. Komponen system informasi geografis yang paling penting adalah sumber daya manusia, karena tanpa adanya manusia data-data yang ada di dunia ini tidak akan dapat diolah dan tidak dapat bermanfaat bagi siapapun.


DAFTAR PUSTAKA
ESRI (1990) Understanding GIS—The Arc/Info Method. A Workbook on Geographical ESRI, Redlands.
Pahlevy, Randy, Tesar. 2010. Rancang Bangun Sistem pendukung Keputusan Menentukan penerima Beasiswa dengan Menggunakan metode Simpele Additive Weighting (SAW). Skripsi Program Studi Tehnik Informatika. Surabaya,Indonesia: Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”.
            Prahasta, Eddy. 2005. Sistem Informasi Geografis Aplikasi Komputer. Bandung Informatika. Bandung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN DASAR ILMU TANAH (KONSISTENSI TANAH)

Agroklimatologi Pengukuran Evaporasi

LAPORAN DASAR ILMU TANAH (PENETAPAN pH, BAHAN ORGANIK, DAN KAPUR)