SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
SISTEM
INFORMASI GEOGRAFIK
Pengertian Sistem
Informasi Geografik
Sistem informasi geografi adalah suatu
informasi yang bertugas mengelola data yang memiliki informasi spasial atau
dalam artian system computer yang memiliki kemampuan membangun, menyimpan,
mengelola, menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.
Menurut sumber Esri (1990) bahwa system
infomasi geografik adalah kumpulan terorganisasi dari perangkat keras computer,
perangkat lunak, data geografis dan personil yang dirancang secara efisien
untuk memperoleh, menyimpan, mengupdate, memanipulasi, menganalisis, dan
menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografis.
Definisi Sistem Informasi
Geografis
Definisi Sistem Informasi Geografis
adalah suatu system untuk mendayagunakan dan menghasilgunakan pengolahan dan
analisis data spasial serta data non-spasial dalam memperoleh berbagai
informasi yang berkaitan dengan aspek keruangan, baik ilmiah, komersil
pengelolaan maupun kebijaksanaan.
Perkembangan Sistem
Informasi Geografis
-
35000
tahun yang lalu di dinding gua Lascaux, Perancis, para pemburu Cro-Magnon
menggambar hewan mangsa mereka, juga garis yang dipercaya sebagai rute migrasi
hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada
sistem informasi gegrafis modern sekarang ini, arsip grafis yang terhubung ke
database atribut.
-
Pada tahun
1700-an teknik survey modern untuk pemetaan topografis diterapkan, termasuk
juga versi awal pemetaan tematis, misalnya untuk keilmuan atau data sensus.
-
Awal abad
ke-20 memperlihatkan pengembangan “litografi foto” dimana peta dipisahkan
menjadi beberapa lapisan (layer). Perkembangan perangkat keras komputer yang
dipacu oleh penelitian senjata nuklir membawa aplikasi pemetaan menjadi
multifungsi pada awal tahun 1960-an.
-
Tahun 1967
merupakan awal pengembangan SIG yang bisa diterapkan di Ottawa, Ontario oleh
Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya. Dikembangkan oleh Roger
Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS – SIG Kanada), digunakan
untuk menyimpan, menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan untuk
Inventarisasi Tanah Kanada (CLI – Canadian land Inventory) – sebuah inisiatif
untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakaan
berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan
penggunaan tanah pada skala 1:250000. Faktor pemeringkatan klasifikasi juga
diterapkan untuk keperluan analisis.
-
GIS dengan
gvSIG.CGIS merupakan sistem pertama di dunia dan hasil dari perbaikan aplikasi
pemetaan yang memiliki kemampuan timpang susun (overlay), penghitungan,
pendijitalan/pemindaian (digitizing/scanning), mendukung sistem koordinat national
yang membentang di atas benua Amerika , memasukkan garis sebagai arc yang
memiliki topologi dan menyimpan atribut dan informasi lokasional pada berkas
terpisah. Pengembangya, seorang geografer bernama Roger Tomlinson kemudian
disebut “Bapak SIG”.
-
CGIS
bertahan sampai tahun 1970-an dan memakan waktu lama untuk penyempurnaan
setelah pengembangan awal, dan tidak bisa bersaing denga aplikasi pemetaan
komersil yang dikeluarkan beberapa vendor seperti Intergraph. Perkembangan
perangkat keras mikro komputer memacu vendor lain seperti ESRI dan CARIS
berhasil membuat banyak fitur SIG, menggabung pendekatan generasi pertama pada
pemisahan informasi spasial dan atributnya, dengan pendekatan generasi kedua
pada organisasi data atribut menjadi struktur database. Perkembangan industri
pada tahun 1980-an dan 1990-an memacu lagi pertumbuhan SIG pada workstation
UNIX dan komputer pribadi. Pada akhir abad ke-20, pertumbuhan yang cepat di
berbagai sistem dikonsolidasikan dan distandarisasikan menjadi platform lebih sedikit,
dan para pengguna mulai mengekspor menampilkan data SIG lewat internet, yang
membutuhkan standar pada format data dan transfer.
Keuntungan Sistem
Informasi Geografis
-
Mempunyai
kemampuan untuk memilih dan mencari detail yang diinginkan
-
Menghasilkan
peta-peta tematik yang dapat digunakan untuk menampilkan informasi tertentu
dengan mudah
-
Melakukan
perbaikan data dengan cepat
-
Menggabungkan
suatu data dengan data yang lain dengan cepat
-
Mempunyai
kemampuan menguraikan unsur-unsur yang terdapat di permukaan bumi
Contoh Masalah Sistem Informasi
Geografis
-
Berdasarkan
lokasi : ada apa di lokasi tertentu (ereng, gunung, dll), apa yang terjadi di
lokasi tersebut (rawan banjir, curah hujan tinggi, dll)
-
Berdasarkan
simulasi/modeling : berapa besar menurunnya erosi bila luas hutan di hulu
sungai A meningkat sebesar 1.000 ha
-
Berdasarkan
kondisi : dimana lokasi jalan yang paling macet, berapa besar potensi tambang
yang ada di kabupaten X
-
Berdasarkan
kecenderungan : seberapa besar tingkat degradasi Kawasan hutan lindung di DAS
dan sebagainya
-
Berdasarkan
simulasi : berapa besar menurunnya erosi bila luas hutan di hulu Sungai Z
meningkat sebesar 3000 ha
Komponen Sistem Informasi Geografis
1.
SDM
(Sumber Daya Manusia)
Komponen
manusia ini menjadi peran penting karena tanpa manusia maka system tersebut
tidak ada yang menjalankan.
2.
Software
Software
merupakan sistem modul yang berfungsi untuk mengoperasikan sistem informasi
geografis. Sebuah software SIG harus menyediakan fungsi dan tool yang mampu
melakukan penyimpanan data analisis dan menampilkan informasi geografis. Dengan
demikian elemen yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah tools
untuk melakukan input dan transformasi data geografis, sistem manajemen basis
data, tools yang mendukung query geografis, analisis dan visualisasi.
3.
Hardware
Sistem
informasi geografis memerlukan spesifikasi
komponen hardware yang sedikit lebih tinggi dibanding spesifikasi
komponen sistem informasi lainnya. Hal ini disebabkan karena data-data yang
digunakan dalam SIG, penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam
proses analisanya membutuhkan memory yang besar dan processor yang cepat.
Beberapa hardware yang sering digunakan dalam sistem informasi geografis adalah
personal komputer, mouse, digitizer, printer, plotter dan scanner.
4.
Aplikasi sistem informasi geografis
dalam proces perencanaan
Sistem informasi
geografis sudah diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti pertanian,
lingkungan manajemen sumber daya alam, parawisata, geologi, perencanaan, dan
lain sebagainya. keunggulan sistem informasi geografis sehingga digunakan pada
bidang-bidang tersebut adalah karena kemampuannya mengintegrasikan antara data
spasial dan data atribut sehingga dalam analisisnya mampu menghasilkan
informasi yang kompleks.
5.
Data
Hal yang
merupakan komponen penting dalam sistem informasi geografis adalah data. Secara
fundamental sistem informasi geografis bekerja dengan dua tipe data yaitu data
vektor dan data raster. Setiap data yang merujuk lokasi di permukaan bumi dapat
disebut sebagai data spasial bereferensi geografis. Misalnya data kepadatan
penduduk suatu daerah, data jaringan jalan suatu kota, data distribusi lokasi
pengambilan sampel, dan sebagainya. Data SIG dapat dibagi menjadi dua macam,
yaitu data grafis dan data atribut atau tabular. Data grafis adalah data yang
menggambarkan bentuk atau kenampakan objek di permukaan bumi, sedangkan data
tabular adalah data deskriptif yang menyatakan nilai dari data grafis tersebut
(Pahlevy. 2010.)
Aplikasi Sistem Informasi Geografis
System informasi geografis digunakan
hampir disegala bidang kegiatan yang ada, contohnya yaitu di bidang pendidikan
berguna dalam pemantauan maupun pengakses penerimaan siswa maupun mahasiswa
baru, bahkan sekarang telah tersedia rapor dan ujian online. Dalam bidang
ekonomi digunakan sebagai pemantauan naik turunnya saham perusahaan. Di bidang
hukum digunakan sebagai akses penyelidikan terhadap sebuah kasus yang sedang
didalami, contohnya siapa saja yang sedang terjaring dalam kasus criminal
seperti narkotika bahkan jaringan criminal pembunuhan. Di bidang social dan
politik sebagai akses pendaftaran calon-calon kepala daerah hingga presiden dan
wakil presiden. Di bidang pertanian berfungsi sebagai alat mengelola data-data
pertumbuhan suatu tanaman yang akan sedang diteliti, mengetahui bagaimana cara
mencari tanah atau Kawasan yang masih subur dan masih banyak mengandung unsur
hara dan sebagainya sebagai tempat budidaya tanaman baru yang telah dibuat
dengan cara kultur jaringan.
Representasi
Grafis Sistem Informasi Geografis
Informasi
grafis suatu objek dapat dimasukan dalam bentuk titik, garis, polygon
(Prahasta, Eddy. 2005.).
- Titik adalah representasi grafis atau
geometri yang paling sederhana bagi objek spasial. Representasi titik tidak
memiliki dimensi tetapi dapat diidentifikasikan di atas peta dan dapat
ditampilkan pada layer monitor dengan menggunakan simbol-simbol tertentu.
Contoh representasi objek titik untuk data posisi sumur bor dapat dilihat pada
gambar 1.1.
Gambar
1.1 Contoh representasi objek titik untuk data posisi sumur bor
- Garis adalah bentuk geometri linier yang
akan menghubungkan paling sedikit dua titik dan digunakan untuk
merepresentasikan objek-objek satu dimensi. Contoh representasi objek garis
untuk data lokasi jalan dapat dilihat pada gambar 1.2
Gambar 1.2 Contoh representasi objek
garis untuk data lokasi jalan
- Geometri polygon digunakan untuk
merepresentasikan objek-objek dua dimensi, seperti danau, batas propinsi, batas
kota, batas tanah, dan lain-lain. Suatu polygon paling sedikit dibatasi oleh
tiga garis yang saling terhubung diantara ketiga titik. Di dalam basis data,
semua bentuk area dua dimensi direpresentasikan oleh bentuk polygon. Contoh
representasi objek polygon untuk data landuse dapat dilihat pada gambar 1.3
Gambar 1.3 Contoh representasi objek
polygon untuk data landuse.
- Objek Tiga Dimensi
Setiap
fenomena fisik memiliki lokasi di dalam ruang. Akibatnya, model data yang
lengkap harus mencakup dimensi yang ketiga (ruang 3 dimensi). Hal ini berlaku
untuk permukaan tanah, menara, sumur, bangunan, batas- batas, dan lain lain.
Contoh representasi objek permukaan 3D dapat dilihat pada gambar 1.4
Gambar 1.4 Contoh representasi objek
permukaan 3D
Kesimpulan
System informasi geografis adalah suatu
informasi yang bertugas untuk mengelola, mengolah hingga memanipulasi suatu
data yang ada di lapang sebagai bentuk keperluan perorangan bahkan Lembaga yang
bersangkutan. Sistem informasi geografis memiliki berbagai fungsi dan
pengaplikasian di berbagai bidang yang ada, contohnya di bidang Pendidikan,
pertanian, hokum, hingga sosial dan politik. System informasi geografis dari
mulai awal ditemukan hingga saat ini mengalami banyak sekali perubahan yang
signifikan. Keuntungan menggunakan sstem informasi geografis yaitu melakukan
perbaikan data dengan cepat, memiliki kemapuan mecari data detail dengan cepat,
menggabungkan suatu data dengan cepat dan mudah, dan keuntungan yang lain masih
banyak yang dapat dirasakan oleh orang banyak. Komponen system informasi
geografis yang paling penting adalah sumber daya manusia, karena tanpa adanya
manusia data-data yang ada di dunia ini tidak akan dapat diolah dan tidak dapat
bermanfaat bagi siapapun.
DAFTAR PUSTAKA
ESRI (1990)
Understanding GIS—The Arc/Info Method. A Workbook on Geographical ESRI,
Redlands.
Pahlevy, Randy, Tesar.
2010. Rancang Bangun Sistem pendukung Keputusan Menentukan penerima
Beasiswa dengan Menggunakan metode Simpele Additive Weighting (SAW).
Skripsi Program Studi Tehnik Informatika. Surabaya,Indonesia: Universitas Pembangunan
Nasional “Veteran”.
Prahasta, Eddy. 2005. Sistem Informasi Geografis Aplikasi
Komputer. Bandung Informatika. Bandung
Komentar
Posting Komentar